Islam di Kenya

Kenya sebagaimana Senegal, menurut penelitian pada 3 juta tahun lalu pernah dihuni nenek moyang manusia yaitu homo sapiens dan homo habilis. Kenya kaya akan tempat-tempat bersafari. Daya tarik lainnya adalah keberadaan suku Maasai yang sangat terkenal itu, penggembala sapi yang sangat gigih dan sering bertarung dengan seekor singa tanpa bantuan senjata tajam.

Kenya pernah diperintah oleh dinasti Arab (Oman) selama dua abad sejak tahun 1720, hingga masuknya orang-orang Portugal, Jerman dan Inggris. Negara ini berbatasan dengan Somalia, Ethiopia, Sudan, Uganda, dan Tanzania. Dengan luas wilayah 582.650 km2, dan beriklim tropis, Kenya mempunyai penduduk sekitar 31.639.091 orang, dan 96% berasal dari penduduk asli Afrika, terbagi dalam 56 suku. Angka pertumbuhan penduduk rata-rata 1,27% per-tahun, angka kelahiran 28,81 dan angka kematian 16,01 per-seribu. Jumlah penganut Islam hanya 10%, sedangkan Kristen Protestan 45%, Katholik 33%, Animisme 10%.Bahasa nasional mereka adalah Inggris dan Kiswahili atau Swahili.

Ekonomi
Kenya dikatregorikan sebagai negara miskin, namun korupsi sangat merajalela, apalgi ketika Daniel Arap Moi memerintah negara tersebut selama 24 tahun. Angka pertumbuhan rata-rata 1,1%, dengan inflasi rata-rata 1,9%.  Angkatan kerja diserap oleh sektor pertanian sebesar 75% – 80%, sisanya industri dan jasa. Hasil industri berkisar pada produk-produk pertanian, semen dan petroleum, sedangkan hasil pertanian unggulan adalah teh, kopi, jagung, gandum, buah-buahan, sayur-sayuran, babi dan telor.

Angka eksportnya sebesar US $ 2,1 milyard, dan import sebesar US $ 3 milyard.. Komoditi eksport adalah teh, kopi, produk holtikultura, dan semen. Patner ekspor: Uganda, Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Pakistan, Tanzania dan Mesir. Komiditi import adalah mesin, alat transportasi, motor, besi dan baja, patner importnya adalah Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Perancis, Cina, Jepang dan India. Indonesia belum termasuk patner eksport maupun import Kenya. Mata uang Kenya adalah Kenyan Shilling (KES), $ US 1,- = 78,75 KES

Sejarah Pemerintahan
Nama lengkap Kenya adalah Republic of Kenya (dahulu British East Africa), dengan ibukotanya NAIROBI, terbagi dalam 7 provinsi. Kenya memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 12 Desember 1963.

Sebagaimana negara Afrika lainnya, jalan untuk memperoleh kemerdekaan Kenya, sangat berliku. Pada tahun 1930 – 1940, Jomo Kenyatta, Bapak pendiri Kenya, memperjuangkan kemerdekaan ke negara-negara Eropa, dan pada tahun 1950, selama 3 tahun, Yomo Kenyatta bergerilya di hutan bersama Land Freedom Army yang terkenal dengan sebutan Mau-Mau. Pada tanggal 19 Oktober 1952, pemerintah kolonial Inggris mendeklarasikan Kenya dalam keadaan darurat, dan akhirnya Yomo Kenyatta beserta Achieng Oneko dan kawan-kawannya ditangkap dan dipenjara. Perjuangan keras mereka akhirnya membuahkan hasil, dengan diperolehnya kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 12 Desember 1963, dan Yomo Kenyatta terpilih sebagai presiden pertama sampai dengan tahun 1978. Yomo Kenyatta wafat pada tahun 1978, dan digantikan oleh Daniel Arap MOI sampai dengan tahun 2002. Pada pemerintahan Moi ini korupsi sangat marak, sehingga partai-partai oposisi berusaha menggulingkannya, dan akhirnya pada bulan Desember 2002 diadakan pemilu, dan terpilih sebagai Presiden adalah Mwai KIBAKI (30 Desember 2002).

Perkembangan Islam di Kenya
Berdasarkan sensus tahun 1999, penduduk Kenya berjumlah 28,7 juta jiwa, dan satu dari tiga penduduk Kenya adalah Muslim. Mereka dapat ditemukan di tenga-tengah ras, suku dan daerah di seluruh Kenya. Namun, mereka paling banyak mendominasi daerah pantai, hal ini karena pengaruh Kesultanan Zanzibar pada abad ke-18 yang telah menyebar sampai ke Kenya.

Sebelum kedatangan bangsa Eropa di Kenya, Islam telah hadir di sana dan mewarnai kebudayaan Kenya, khusus di daerah pantai , utara dan beberapa daerah pedalaman yang dilewati oleh kereta api yang dibangun oleh muslim Asia. Peradaban Islam juga telah merasuk dalam dunia pendidikan, hukum dan bahasa, semisal bahasa Swahili yang menjadi bahasa nasional Kenya.

Semasa masa kolonial Inggris, pertumbuhan dan perkembangan Islam di Kenya terhambat, karena kegigihan pihak kolonial dan gereja untuk mengubah system pendidikan di Kenya, yang mengakibatkan pihak Muslim frustrasi. Ummat Islam Kenya kembali ke pendidikan Madrasah dan hal ini membuat mereka tertinggal hampir sembilan abad dari para penganut Kristen.

Karena politik berat sebelah yang diterapkan oleh kolonial, akhirnya ummat Islam di Kenya terpuruk dan menjadi miskin, mereka hanya menguasai sebagian kecil pangsa ekonomi Kenya. Keberadaan ummat Islam di Kenya semakin terpuruk setelah terjdi pemboman Kedubes Amerika Serikat di Nairobi pada tahun 1998 yang menewaskan 213 orang, termasuk di dalamnya 12 orang warganegara Amerika. Kejadian serupa juga terjadi pada Hotel Paradise milik Israel di Kekambala, Mombasa, Kenya pada tanggal 28 Nopember 2003 yang lalu, yang menewaskan 16 orang orang, termasuk di dalamnya 3 orang penyerang Hotel Paradise. Tentu saja rentetan pemboman di Nairobi, Dar Es Salaam, World Trade Centre New York dan di Mombasa sangat meruntuhkan moral ummat Islam di Kenya dan Tanzania, karena mereka terkena imbas dituduh sebagai ‘terorist’. Atas kejadian-kejadian tersebut, pemerintah Kenya memberikan tekanan-tekanan kepada para pemimpin islam Kenya selama 3 bulan.

Namun tokoh-tokoh Islam di Kenya menolak kebijakan pemerintah Kenya tersebut dan mereka tak mau tinggal diam. Suara keras dikumandangkan oleh Abdulghafur al-Busaidy, Ketua The Supreme Council of Kenya Muslims (SUPKEM). Perbuatan pemboman dan pembunuhan terhadap orang-orang yang tak berdosa dan pengrusakan fasilitas umum adalah serangan terhadap kehidupan dan itu adalah perbuatan teroris, sekaligus musuh Islam Kenya. SUPKEM juga menyatakan bahwa Islam di Kenya cukup kuat, karena jumlah penduduk Islam di Kenya semakin meningkat, menurut sensus 2003 berjumlah sebanyak 35%, bukan 10% sebagaimana dicatat oleh CIA.

Tekanan-tekanan serupa juga dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap komunitas Muslim di propinsi North Eastern Kenya. Hal ini sebagaimana diungkap dalam surat terbuka tertanggal 15 Desember 2003 yang dikirim oleh Sheikh Hussein Ibrahim Burale dan Sheikh Muawiyah Mahmood dari Supreme Council of Kenya Muslims Garissa District  dan Council of Imams and Preachers Garissa District.. Surat terbuka tersebut berisikan protes-protes keras mereka terhadap ketidakadilan yang diciptakan oleh Amerika Serikat meyusul pemboman terhadap Kedubes mereka. Meraka juga memprotes atas ucapan Barbara dan pendeta Franklin Graham yang menyebut bahwa Islam adalah agama teroris sekaligus jahat. Banyak-banyak tokoh-tokoh muslim yang dipenjara karena dikategorikan sebagai pendukung teroris. Kedua tokoh tersebut juga memprotes usaha pemurtadan ummat Islam agar menjadi pemeluk Kristen selama 40 tahun terakhir.

Catatan: Artikel ini telah dimuat dalam Majalah AMANAH No. 51, Th. XVII, Juni 2004 / Rabiul Akhir 1425

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: