Sekilas Tentang Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Iqra’, bacalah atas nama Tuhanmu yang menciptakan, yaitu menciptakan manusia dari segumpal darah (surat Al-Alaq). Ayat ini mendorong orang Islam untuk belajar, kalau perlu sampai ke negeri Cina (hadits Nabi s.a.w.). Sedemikian hebatnya pengaruh ayat al-Qur’an dan hadits Rasulullah tersebut, Islam mengalami masa keemasan sampai dengan abad pertengahan, sebelum barat bangun dari tidurnya. Banyak penelitian dan kajian yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam, dari filsafat sampai dengan bidang kedokteran, yang sebagian karya mereka menjadi rujukan pakar barat sampai saat ini.

Bidang kedokteran termasuk lahan yang paling diminati oleh para ilmuwan Islam pada zaman itu, antar lain yang dikembangkan oleh Ibnu Sina dan Ar-Razi. Dasarnya adalah bahwa Rasulllah s.a.w. memerintahkan kepada setiap muslim dan muslimah yang menderita sesuatu penyakit wajib berobat. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan (HR) oleh Bukhari Muslim, HR Imam Malik, HR Ahmad, dan HR Abu Daud, yang intinya menyatakan bahwa bila kita sakit harus berobat, karena Allah s.w.t. tidak menurunkan penyakit kecuali ada obatnya, dan janganlah berobat dengan yang haram. Hanya satu yang tak dapat diobati, yaitu penyakit tua. Namun obat bukan segala-galanya, karena yang menyembuhkan penyakit bukan semata obat, namun karena pertolongan Allah s.w.t. semata (‘Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku’: surat Asy-Syu’araa ayat 80).

Para tokoh pendidikan Indonesia, khususnya dari kalangan Muslim setelah era kemerdekaan, terinspirasi oleh kejayaan para ilmuwan Islam tersebut, sehingga mereka berlomba-lomba mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan program pascasarjana. Dan yang paling istimewa adalah munculnya Fakultas Kedokteran Swasta yang bercirikan Islam di Indonesia, karena didirikan oleh para tokoh-tokoh Islam, yang jumlahnya semakin hari semakin meningkat.

YAYASAN YARSI
Pada tanggal 11 April 1967, bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1387 H., beberapa tokoh Islam, yaitu Dr. H. Ali Akbar (alm.), Prof. Dr. H. Asri Rasad, M.Sc., PhD, Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, PAK, Drs. Med. Maksum Saleh Nasution (alm.), Drs. Med. H. Malimar Soeloet (alm) dan Dr. Yahya Entino sepakat mendirikan YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM INDONESIA, sekarang berubah menjadi YAYASAN YARSI. Yayasan ini berlokasi di Jl.Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Visi Yayasan YARSI adalah berperan aktif meningkatkan taraf pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia agar menjadi muslim yang taqwa, yang tanggap dan peka terhadap perkembangan iptek, namun mengimplementasikannya sesuai dengan Islam dan yang gigih mewujudkan masyarakat madani yang adil, makmur dan diridhoi oleh Allah s.w.t. Sedangkan misinya adalah mengupayakan pendidikan yang unggul dan berprestasi pada setiap jenjang dan jenis pendidikan, mengupayakan program studi pada setiap lembaga pendidikan diakreditasi oleh lembaga akreditasi nasional dan internasional, mengupayakan kajian dan penelitian sehingga dihasilkan pengetahuan dan teknologi baru yang bermutu, serta mengupayakan pelayanan berbagai bidang kepada masyarakat sesuai dengan syari’ah Islam.

Pada tanggal 15 April 1967, atau bertepatan dengan tanggal 5 Muharram 1387H., Yayasan YARSI mendirikan SEKOLAH TINGGI KEDOKTERAN YARSI, sebagai cikal bakal berdirinya lembaga pendidikan tinggi UNIVERSITAS YARSI, yang saat ini telah mempunyai 4 (empat) Fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (kelanjutan dari Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI), Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Teknologi Informatika (termasuk di dalamnya program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi). Keberadaan Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI berakhir pada tahun akademik 1989/90, selanjutnya berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Pada awalnya, sebagaimana mahasiswa di Fakultas Kedokteran Swasta lainnya, mereka diharuskan menyelesaikan dan lulus ujian lokal sebelum diperbolehkan untuk mengikuti ujian negara, yang terdiri dari tahapan E1, E2, E3A, E3B, E4A sampai dengan E4B. Karena memang, semua Fakultas Kedokteran Swasta di Indonesia saat itu hanya berstatus TERDAFTAR. Seorang mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan dokternya, harus melakukan kepaniteraan di rumah sakit pendidikan selama kurang lebih 5 (lima) semester, selanjutnya baru mengikuti Ujian E4B pada Fakultas Kedokteran universitas negeri yang ditunjuk. Oleh karena itu, rata-rata mereka baru dapat menyelesaikan pendidikan dokternya kurang lebih 8 sampai 10 tahun. Berapa biaya, tenaga dan pikiran yang harus dikeluarkan oleh mereka. Namun, ujian negara tersebut telah dihapus oleh pemerintah sejak tahun 2002 yang lalu, sehingga masa studi mahasiswa menjadi lebih singkat, dan pada akhirnya tidak ada perbedaan lagi antara fakultas kedokteran swasta (FKS) dengan fakultas kedokteran negeri (FKN). Yang membedakan FKS dan FKN bermutu atau tidak adalah akreditasi yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan dengan segala jerihpayahnya, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI telah mendapatkan akreditasi ‘A’ pada tahun 2003 yang lalu. Sedangkan fakultas lainnya, yaitu Fakultas Hukum juga mendapatkan akreditasi “A”, Fakultas Ekonomi “B” dan Fakultas Teknologi Informatika “B”.

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Seiring dengan kemajuan zaman, berubah pula sistem pendidikan dan fasilitas yang dimiliki oleh Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Kegigihan YAYASAN YARSI, yang dimotori oleh Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, PAK untuk mengembangkan lembaga pendidikan tinggi yang bermutu, terpandang dan disegani, setapak demi setapak dilalui dengan pasti dan meyakinkan. Kampus yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, suatu kawasan yang sangat strategis di Jakarta, sungguh merupakan asset yang sangat tak ternilai. Kampus ini menempati areal seluas 2,5 ha, dengan bangunan seluas 16,276 m2, terdiri atas 13 gedung (blok) yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Baik ruang kuliah, ruang praktikum maupun perkantoran semuanya ber-AC, dilengkapi dengan fasilitas computer dan internet. Yang paling membanggakan adalah adanya ruang kuliah modern berbentuk amfiteater dengan kapasitas masing-masing 175 mahasiswa, dan ruang skills lab sebagai tempat tutorial mahasiswa, dengan tujuan mempersiapkan mereka menuju kepaniteraan di rumah sakit pendidikan.

Sistem pendidikan yang dipergunakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas YARSI adalah dengan SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS). Keuntungan SKS ini, pertama mahasiswa dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan kemampuan akademiknya, bahkan bisa lebih cepat, kedua, memungkinkan kemudahan lain yaitu alih kredit (credit transfer), baik antar fakultas dalam Universitas YARSI maupun antar universitas kalau ada yang berminat pindah ke fakultas lain di universitas yang berbeda.

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI mempunyai 2 (dua) tahap pendidikan, yaitu tahap pendidikan akademik (tahap pendidikan Sarjana Kedokteran) yang memerlukan 160 sks ditempuh selama 8 (delapan) semester dan kalau lulus berhak mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked), serta tahap pendidikan profesi yang memerlukan 40 sks yang ditempuh selama 5 semester, sehingga keseluruhannya memerlukan 200 sks. Tahap pendidikan profesi selama 5 semester diselesaikan melalui jalur kepaniteraan (praktek) di rumah sakit pendidikan, yaitu di rumah sakit umum daerah atau rumah sakit lainnya yang ditunjuk, antara lain RSUD Gunung Jati Cirebon, RSUD Abdoel Moeloek Lampung, RSUD Serang Banten, RSUD Karawang, RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan lainnya. Bila tahap pendidikan profesi telah selesai dan lulus, maka mereka berhak menyandang gelar DOKTER. Dengan demikian, dengan SKS ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dapat menyelesaikan pendidikannya (dokter) relatif cepat, sekitar 7 (tujuah) tahun, bukan 8 atau 10 tahun, bahkan ada yang 20 tahun dengan sistem lama (paket). Seluruh alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI khususnya, sesuai dengan surat keputusan Menteri Kesehatan tahun 2002, dapat melakukan tugas wajib sukarela, yang saat ini dikenal dengan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lembaga pemerintah atau swasta, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah. Lapangan pekerjaan cukup terbuka dan luas. Dan mereka juga dapat langsung meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi spesialis misalnya, dengan memanfaatkan system PTT tunda. Saat ini, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI mempunyai sekitar 1.713 alumni, dan telah bekerja di berbagai lembaga, baik negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Keunggulan atau Nilai Tambah
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI mempunyai keunggulan atau nilai tambah, yang mungkin pada fakultas kedokteran negeri atau swasta lain tidak atau belum ada. Keunggulan tersebut adalah, di samping semua ruang kuliah dan ruang praktikum ber-AC, akses internet yang memadai, adanya digital library, ruang kuliah dengan fasilitas ampiteater, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI adalah satu-satunya Fakultas Kedokteran yang memberikan (1) kuliah dan praktikum agama Islam sebanyak 8 sks dan menerapkan penulisan Skripsi yang membahas ilmu kedokteran ditinjau menurut Islam sebanyak 2 sks, oleh karena itu gelar yang disandang bukan hanya sebatas Dokter saja, tetapi DOKTER MUSLIM (2) penerapan metode pembelajaran terintegrasi atau popular dengan istilah Problem-Based Learning (PBL). Inti metode PBL adalah mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil, mereka ‘dipaksa’ untuk memecahkan masalah dengan cara mencari informasi yang sesuai dengan topik masalah dan mendiskusikannya serta mengkomunikasikannya secara benar. Metode pembelajaran ini mensyaratkan mahasiswanya harus aktif,sehingga disebut juga dengan student centered.

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI mulai tahun akademik 2003/04 telah menerapkan metode pembelajaran PBL. Sehingga dengan demikian, diharapkan para lulusannya akan lebih mandiri dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Untuk melayani 3000 mahasiswa, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI mempunyai dosen tetap sebanyak 117 orang, 8 orang di antaranya adalah Guru Besar, 67 orang dosen tidak tetap, serta 25 tenaga administrasi dan laboran. Untuk mempertajam kemampuan dalam berbahasa Inggris agar mereka dapat berkompetisi dengan mahasiswa perguruan tinggi lain, YAYASAN YARSI juga telah menyediakan YARSI Language Centre (YLC), lengkap dengan laboratorium bahasa dengan kapasitas 30 orang, serta ruang kuliah (untuk tatap muka) sebanyak 6 buah dengan kapasitas masing-masing 25 kursi. Semua mahasiswa di lingkungan Universitas YARSI wajib mengikuti kuliah reguler bahasa Inggris pada semester I dan II. Dan bila mereka telah menyelesaikan program kesarjanaannya atau ke-profesiannya (dokter), mereka wajib menyerahkan TOEFL dengan nilai minimal 450.

Sekilas Tentang Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Telah dimuat dalam Majalah AMANAH No. 55, Th. XVIII, Oktober 2004 / Sya’ban – Ramadhan 1425 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: