Islam di Mali dan Niger

Pendahuluan
Mali dan Niger adalah dua negara bertetangga sangat dekat, mempunyai penduduk muslim terbesar, masing-masing 90% da 80%. Dua negara juga mempunyai jumlah penduduk asli Afrika terbesar yaitu mendekati 85%.

Kesamaan lain yang menonjol adalah, baik Mali maupun Niger pernah dijajah Perancis, dan mendapatkan kemerdekaan pada tahun yang sama, yaitu tahun 1960.

Islam berkembang di Mali dan Niger sejak abad ke-10, melalui pedagang-pedagang Arab, baik yang berasal dari Aljazair, Sudan, Libya dan Mesir. Sehingga banyak suku-suku yang memeluk Islam dan seterusnya berkembang menjadi kerajaan-kerajaan kecil maupun besar.

Banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang sampai saat ini dikagumi orang, antara lain Masjid Agung Djenne di Mali dan Masjid Yaama di Niger.

Mali
Mali adalah negara yang terletak di Afrika Barat, berbatasan dengan dengan banyak negara, antara lain Aljazair, Mauritania, Senegal, Guinea, Pantai Gading, Burkina Faso dan Niger. Nama lengkap Mali adalah Republic of Mali, terbagi dalam 8 regions, yaitu Gao, Kayes, Kidal, Koulikono, Mopti, Segou, Sikasso dan Tombouctou, dengan ibukotanya BAMAKO. Nama semula Republic Mali adalah French Sudan  and Sudanese Republic, dan pernah berfederasi dengan Senegal (Mali Federation). Luas wilayah Mali adalah 1,240,000 km2, dengan hasil tambang utama emas, fosfat, kaolin dan uranium, sedangkan hasil pertaniannya adlaah kapas, beras, jagung, sayuran kacang dan biri-biri. Angka pertumbuhan ekonomi rata-rata 4,5%, sedang inflasi rata-rata 4,5%. Mata uang Mali adalah ‘Communaute Financiere Africaine France (CFA/XOF)’.  US $ 1,- sama dengan 696.988 CFA/XOF. Patner export adalah Thailand 17%, Brazil 12,5%, Italia 6%, Korea Selatan 4,1% dan Kanada. Sedangkan patner importnya adalah Pantai Gading 17,5%, Perancis 13,9%, Jerman 4,5%, Senegal 3,8% dan Benelux. Indonesia belum termasuk di dalamnya.

Mali berpenduduk 11,626.219 jiwa, terdiri dari suku-suku Mande (Bambara, Malinke, Sonike) 50%, Peul 17%, Voltaic 12%, Songhai 6%, Tuareg, Moor dan lain-lain 15%. Angka pertumbuhan penduduk, rata-rata 2,82% per-tahun. Sedangkan komposisi agama adalah 90% Muslim, kepercayaan asli 9% dan Kristen 1%.

Mali memperoleh kemerdekaan dari Perancis pada tanggal 22 September 1960. Perjalanan Mali untuk memperoleh kemerdekaan sangat panjang. Mali semula adalah sebuah kerajaan yang bernama Malinke, sebagaimana Ghana dan Songhai. Namun Mali pernah didominasi oleh kerajaan Ghana sampai dengan tahun 1075. Pada tahun 1465-1530 Mali dikuasai oleh Kerajaan Songhai (Timbuktu-Gao) di bawah kepemimpinan Askia Mohammad I, namun kerajaan ini dihancurkan oleh Maroko pada tahun 1591 selama 2 (dua) abad. Semasa penjajahan Perancis, Mali bernama Soudan (1880). Perjuangan untuk mengenyahkan penjajahan Perancis dilakukan oleh pejuang Malinke, yaitu Samory Toure selama 7 tahun (1893-1898). Pada bulan Januari 1959, Soudan (Mali sekarang) mengadakan join dengan Senegall dengan membentuk Mali Ferederation. Namun ferederasi ini kolaps pada tanggal 20 Agustus 1960.

Pada awal kemerdekaan, Mali dipimpin oleh Presiden Modibo Keita. Namun pada tanggal 19 Nopember 1968, Modibo Keita dikudeta oleh Letnan Moussa Traore. Pada tahun 1991, Jendral Moussa Traore membuka kran demokrasi, dan pada tanggal 8 Juni 1992, Alpha Oumar Konare terpilih sebagai presiden Mali ketiga. Pada pemilihan presiden tahun 2002, terpilih H.E. AMADOU TOUMANI TOURE sebagai presiden Mali keempat (8 Juni 2002).

Masjid Agung Djenne
Sebagaimana diketahui, Islam masuk ke Mali melalui jalur perdagangan pada abad ke-10 sampai dengan abad ke-13, setelah pendiri kerajaan Mali, Sundjata masuk Islam. Pada tahun 1324, Mansa Musa, Raja Mali beserta anak lelakinya melakukan ibadah haji ke Mekkah, didampingi oleh 60.000 pengiring.

Mali sangat terkenal dengan peninggalan situs kuno, antara lain adalah MASJID AGUNG DJENNE. Masjid Agung Djenne dibangun oleh Sultan Koi Kunboro pada tahun 1240., Kota Djenne terletak sekitar 354 kilometer baratdaya Timbuktu (terkenal dengan universitas Islamnya). Kota Djenne di bawah kontrol Kerajaan Maroko pada tahun 1591-1780. Djenne juga sangat terkenal sebagai pusat pengajaran Islam dan tempat ziarah bagi seluruh penduduk Afrika Barat.

Masjid Agung Djenne sangat unik karena dibangun dari campuran bata, tanah liat (lempung) yang dikeringkan di bawah terik matahari dan kayu palm (semacam kelapa). Ketebalan dinding bervariasi antara 16 sampai 24 inci, tergantung tinggi rendahnya dinding. Bangunan seperti ini dapat menghindari sengatan matahari, dan bila malam hari serasa dingin., dan oleh karenanya, sepanjang hari terasa sejuk. Atapnya ditutup dengan keramik, yang dibuat wanita-wanita kota,  Kegunaan kayu palm yang dipasang secara melintang adalah untuk tempat pemanjatan dinding, di samping untuk memperkuat konstruksi bangunan masjid. Yang lebih istimewa lagi adalah, pada setiap musim semi, Masjid Agung Djanne direnovasi (diplester ulang). Dan kebiasaan meplester ulang ini dijadikan ajang festival oleh masyarakat setempat.. dan ini berjalan selama berminggu-minggu. Biasanya wanita-wanita muda mendapat tugas membawa air untuk melunakkan lempung (tanah liat) yang akan dipergunakan untuk memplester Masjid Agung Djenne.

Karena keunikannya, UNESCO pada tahun 1988 memutuskan, menjadikan kota tua Djenne dan Majid Agung Djenne sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site).

Nigeria
Niger adalah negara yang terletak di Afrika Barat, berbatasan dengan dengan banyak negara, antara lain Mali, Aljazair, Libya, Chad, Nigeria, Burkina Faso dan Benin. Nama lengkap Niger adalah Republic of Niger, terbagi dalam 7 departments, yaitu Agadez, Diffa, Dosso, Maradi, Niamey, Tahou, Tillaberi dan Zinder, dengan ibukotanya NIAMEY. Luas wilayah Niger 1,267,000 km2, dengan hasil tambang utama uranium, emas, fosfat, besi, dan gas, sedangkan  hasil pertaniannya adalah gandum, sorgum, beras, jagung, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Angka pertumbuhan ekonomi rata-rata 3%, sedang inflasi rata-rata 3%. Mata uang Niger adalah ‘Communaute Financiere Africaine France (CFA/XOF)’.  US $ 1,- sama dengan 696.988 CFA/XOF. Patner export adalah Perancis 33,5%, Nigeria 30%, Korea Selatan 18,7% dan USA 5,4%. Sedangkan patner importnya adalah Perancis 18,6%, USA 16,4%, Pantai Gading 9,3%, Jerman 9,3% dan Nigeria. Indonesia belum termasuk di dalamnya.

Niger berpenduduk 11,058,590 jiwa, terdiri dari suku-suku Hausa 56%, Djerma 22%, Fulani 8,5%, Tuareg 8%, Beri Beri (Kanouri) 4,3%, Arab, Toubou dan Gourmantche 1,2% Angka pertumbuhan penduduk, rata-rata 2,71% per-tahun. Sedangkan komposisi agama adalah 90% Muslim, kepercayaan asli 9% dan Kristen 1%.

Islam mulai berkembang di Niger pada abad ke-10 dan ke-11 (melalui pedagang-pedagang Arab), dan Hausa sebagai suku terbesar di Niger mempunyai peran penting dalam pengembangan Islam di Niger. Hampir sebagian besar Masjid di Niger mempunyai kemiripan dengan Masjid yang ada di Mali.

Niger memperoleh kemerdekaan dari Perancis pada tanggal 03 Agustus 1960. Sebagaimana Mali, perjalanan Niger  untuk memperoleh kemerdekaan dari Perancis sangat panjang. Niger semula juga sebuah kerajaan yang berdiri sejak abad ke-10 (Kanem-Bornu Empire) satelah itu datang suku Hausa dari Nigeria, yang diikuti oleh suku Djerma, Gobir dan Fulani. Pada abad ke-19, Perancis menguasai Niger, dan akhirnya dengan perjuangan yang sangat gigih, pada tanggal 3 Agusus 1960, Niger memperoleh kemerdekaannya.

Presiden pertama Republik Niger adalah Hamani Diori, namun pada tahun 1974, Hamani Diori dikudeta (berdarah) oleh Letnen Kolonel Seyni Kountche (panglima Angkatan Bersenjata Niger saat itu dari suku Hausa). Pada tahun 1987, Presiden Syeni Kountche digantikan oleh Kolonel Ali Saibou dari suku Songhai/Djerma. Pada tahun 1991 diselenggarakan Konperensi Nasional untuk merumuskan konstitusi baru, dan pada tahun 1992 diadakan pemilihan umum dengan multipartai. Pada Maret 1993, Mahamane Ousmane terpilih sebagai Presiden Niger ke-4. Namun lagi-lagi, Niger tidak dapat melepaskan diri dari ‘budaya’ kudeta. Pada tahun 1996, Kolonel Ibrahim Bare Mainassara mengambil alih kepemimpinan Mahamane Ousmane, dan menjadi Presiden Niger ke-5, dan pada bulan April 1999, Kolonel Ibrahim Mainassara digantikan oleh H.E. MAMADOU TANDJA, dan beliu terpilih sebagai presiden Niger secara demokratis pada tanggal  22 Desember 1999  sampai sekarang.

Hamid Al Gabid dan Uranium
Ada 2 (dua) hal yang membanggakan Niger, yaitu Dr. Hamid Al Gabid dan tambang Uranium.

Dr. Hamid Al Gabid  adalah seorang figure intelektual muslim sejati dan tokoh politik di Niger. Beliau adalah produk pendidikan Islam di Niger, yang sejak awal memang sangat concern terhadap perkembangan Islam, dan ini tidak lekang dari peran suku Hausa sebagai suku terbesar. Beliau pernah menjadi Perdana Menteri pada beberapa kabinet di Niger. Pada tahun 1989, beliau terpilih sebagai Sekretaris Jendral Organisasi Konperensi Islam (Secretary General of the Organization of Islamic Conference) sampai dengan tahun 1996.  Dan pada tahun 1996, beliau dicalonkan sebagai Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namun dikalahkan oleh Koffi Anan dari Ghana. Sebagian dari kita, mungkin tak pernah mengetahui bahwa Dr. Hamid Al Gabid berasal dari Niger, suatu negeri kecil di Afrika Barat yang sebagian besar penduduknya beragama Islam.

Hal kedua yang membanggakan Niger adalah tambang Uranium. Ini pun tak pernah diketahui secara luas oleh dunia internasional, kecuali negara-negara tertentu yang memang membutuhkan hasil tambang tersebut untuk bahan dasar pembuatan senjata mematikan (nuklir). Tambang Uranium di Niger merupakan tambang terbesar ‘kelima’ di dunia ( di luar negara-negara sosialis). Pada perang Teluk kedua, expansi Amerika Serikat dan negara-negara sekutu ke Iraq, April 2003 yang lalu, CIA telah melontarkan tuduhan-tuduhan, baik kepada Iraq dan Iran, bahwa kedua negara tersebut mengimport Uranium dari Niger. Tentu saja hal ini mengejutkan komunitas internasional. Tuduhan Amerika Serikat (CIA) sangat tendensius, tidak masuk akal dan tidak benar. Dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata penghasil Uranium dimaksud Niger.

Padahal tambang Uranium tersebut telah diekplorasi selama 18 tahun sejak tahun 1984 sampai dengan 2001. Penambangannya di bawah kontrol Cie Generale des Matieres Nucleaires, State of Niger and Overseas Uranium Resources Development. Tambang Uranium terletak di Akouta,  Mungkin, di samping Niger, Perancislah yang tahu, untuk apa saja Uranium Niger dieksplorasi (manfaatkan) dan ke mana saja dieksport.

Niger sangat beruntung, mempunyai sumberdaya manusia (sdm) dan sumberdaya alam (sda) yang sangat unggul, walaupun tak begitu dikenal luas oleh komunitas internasional. Yang menyedihkan adalah, kadang-kadang mass media sangat naïf dalam memberitakan keberadaan Niger, yaitu mencampuradukkan sebutan Niger dengan Nigeria, padahal kedua negara tersebut sangat berbeda.

Penutup
Semakin ditelusuri keberadaan kedua negara tersebut, yaitu Mali dan Niger, terasa semakin mengasyikkan. Keduanya adalah negeri yang mempunyai kemiripan, baik dari segi penganut agama Islamnya, bahasanya (Perancis), sama-sama dilalui sungai Niger, mempunyai bangunan arsitektur Masjid yang sama (plester dari tanah lampung yang dikeringkan), dan mata uang yang sama (CFA/XOF), walaupun dengan kurs yang berbeda (tipis).

Oleh karena itu sudah pada waktunya para ikhwan Muslim Indonesia mempunyai perhatian lebih terhadap ikhwan-ikhwan kita di Mali dan Niger. Kalau selama ini, penyelenggara tour Umrah hanya memfokuskan diri pada negara Muslim, seperti Yordania, Mesir dan Turki sebagai tempat tujuan ziarah, di samping Makkah dan Madinah, sebaiknya Mali dan Niger juga dapat dijadikan sasaran serupa, yaitu sebagai tempat ziarah.

*) Telah dimuat pada majalah Amanah No. 46 Thn. XVII Jan 2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: