Islam di Sierra Leone

Siera Leone terletak di pantai Atlantik, Afrika Barat, sebuah negara cantik yang hanya berbatasan dengan 2 (dua) negara, yaitu Guinea dan Liberia. Sierra Leone atau asalnya bernama Sierra Lyoa yang berarti ‘pegunungan singa’, adalah sebuah nama yang diberikan oleh para pedagang Portugis pada abad 14. Hampir semua pedagang Portugis atau pedagang Eropa pada saat itu, tujuannya di samping membeli gading dan bahan tambang mineral, yang di Eropa mungkin tidak ditemukan, juga mereka membutuhkan budak untuk diperdagangkan. Dengan wilayah seluas 71.740 km2, sedikit lebih kecil dari South Caroline, Amerika Serikat, beriklim tropic, panas, lembab, musim hujan pada bulan Mei sampai Desember, dan musim kering pada bulan Desember sampai April. Dihuni sekitar 5.883.889 orang, terdiri dari suku asli Afrika 90% (Temne 30%, Mende 30%, lain-lain 30%), dan 10% Creole (ex budak Jamaika), dengan pertumbuhan rata-rata 2,27% per-tahun, angka kelahiran 43,34 per-1000, angka kematian 20,62 per-1000. Agama Islam dianut oleh sebagian besar penduduk Sierra Leone (60%), penganut kepercayaan 30% dan Kristen 10%. Bahasa nasional mereka adalah Inggris, di samping bahasa setempat, yaitu Mende, Temne dan Creole.

Ekonomi
Walaupun Sierra Leone cukup kaya akan sumberdaya alam (semisal berlian), pertanian dan biota laut yang cukup memadai, namun Bank Dunia mengkategorikan negara ini sebagai negara sangat miskin. Hal ini disebabkan adanya perang sipil selama 11 tahun, yang banyak merusak infrastruktur negara tersebut. Oleh karena itu, pemerintah Sierra Leone mengaktifkan penambangan bauxite dan berlian untuk memperoleh sumber devisa untuk menopang kehidupan ekonomi negara.

Mempunyai angka pertumbuhan rata-rata 6,5% dan inflasi hanya berkisar 1%, Sierra Leone termasuk negara yang cerah dan ideal untuk mengembangkan perekonomiannya. Jumlah angkatan kerja sebanyak 1,5 juta orang, yang diserap oleh sector pertanian sebanyak 49% serta industri 31% dan jasa 11%. Hasil pertanian berkisar pada beras, kopi, coklat, minyak nabati, kacang, peternakan biri-biri, kambing dan babi serta ikan. Sedangkan hasil industri berkisar pada bauxite, berlian, pabrik dalam skala kecil (minuman, rokok, dan teksti) serta penyulingan minyak.

Hasil komoditi yang dieksport adalah berlian, coklat, kopi, dan ikan. Tujuan eksport adalah Belgia, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat. Sedangkan komoditi yang diimport adalah bahan makanan, mesin dan peralatan, bahan baker dan kimia. Komoditi import berasal dari Jerman, Inggris, Pantai Gading, Perancis, Amerika Serikat, Belanda dan Ukraina. Indonesia belum termasuk di dalamnya. Mata uang yang digunakan adalah Leone (SLL). US $ 1,- seharga 2,348 SLL.

Sejarah Pemerintahan
Nama lengkap Sierra Leone adalah Republic of Sierra Leone, terbagi dalam 3 propinsi, dengan ibukotanya FREETOWN. Memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 27 April 1961, dengan menggunakan sistem hukum yang diadopsi dari sistem hukum sipil Inggris. Sierra Leone dijamah orang Eropa pada abad ke-14, dan diikuti oleh Inggris pada abad ke-18 (1787).. Ketika Inggris masuk, di Sierra Leone telah terjadi perang suci antara Islam dan Kristen, dan Inggris berhasil mencaplok Sierra Leone dan menjadikannya sebagai protectoratnya pada tahun 1895. Karena hampir sebagian besar negara-negara di Afrika barat memperoleh kemerdekaan mereka, mana Inggris pun tak luput dari tuntutan kemerdekaan bangsa Sierra Leone. Tepat pada tanggal 27 Ap-ril 1961, Sierra Leone memperoleh kemerdekaannya, dan Sir Milton Margai, seorang Dokter dari suku Mende ditunjuk sebagai Perdana Menteri. Pada tahun 1964, Sir Milton Margai wafat dan digantikan oleh saudar tirinya, Albert Margai. Pada tahun 1967 diadakan pemilihan umum, dan Siaka Stevens dari All Peoples Congres Party memenangkan pemilu dan diangkat sebagai perdana menteri kedua. Namun sayangnya beberapa menit setelah pelantikan, Siaka Stevens dikudeta oleh Brigadir Jendral David Lansana. Namun pemerintahan David Lansana hanya seumur jagung, karena pada tahun 1968, beliau digulingkan oleh Kolonel Andrew Juxom-Smith., dan mendudukkan kembali Siaka Stevens sebagai perdana menteri. Pada tahun 1971, Sierra Leone merubah pemerintahannya menjadi Republik, dan Siaka Stevens diangkat menjadi presiden. Pemerintahan Siaka Stevens mendapat dukungan dari tentara Guinea. Pada tahun 1986, Mayor Jendral Joseph Saidu Momoh menggantikan Siaka Stevens menjadi Presiden Sierra Leone.

Pada tahun 1991, diadakan referendum untuk menyusun konstitusi baru dan membentuk demokrasi multipartai. Pada tahun 1992, presiden Momoh dikudeta oleh Kapten Valentine Strasser sekaligus mengangkat dirinya sendiri menjadi presiden. Namun pada tahun 1996, Strasser dikudeta oleh Brigadir Jendral Julius Maada Bio, dan Bio berjanji mengembalikan Sierra Leone ke pemerintahan sipil. Pada akhirnya. Ahmad Tejan Kabbah terpilih sebagai Presiden baru Sierra Leone dari kalangan sipil, dan dilantik pada tanggal 29 Maret 1996.

Karena kudeta sudah menjadi budaya di Sierra Leone, ketika Kabbah baru berkuasa satu tahun, pada bulan Mei 1997, beliau dikudeta oleh Letnen Kolonel Johnny Paul Koroma. Kudeta mengundang PBB untuk campur tangan, dan memberikan sanksi kepada pemerintahan militer, pimpinan Koroma pada bulan Oktober 1997. dan Pada akhirnya The Economic Community of West African States (ECOWAS) mengirimkan tentara yang dipimpin oleh Nigeria, dan berhasil mengusir pemberontak pada bulan Pebruari 1998, sekaligus mengembalikan Ahmad Tejan Kabbah sebagai Presiden Sierra Leone. Beliau terpilih kembali pada pemilu 2002, dan berkuasa sampai dengan tahun 2007. Pada masa pemerintahan Kabbah inilah, Sierra Leone dilanda perang sipili hebat yang menewaskan tak kurang dari 6.000 jiwa, dan perjanjian damai dengan pemberontak yang dipimpin oleh Fuday Sankoh ditndatangani pada bulan Mei 1999, di Lome, Togo.

Perkembangan Islam di Sierra Leone
Sebagaimana direlease oleh Saudi Aramco World, Islam berkembang pesat di Afrika Utara dan Afrika Barat, termasuk di dalamnya negara yang disebut Sierra Leone yaitu pada abad ke-11. Sedangkan pembawa da’wah Islam di Sierra Leone adalah suku Fulani (Futa Jallon di Guinea), yang hampir 100% adalah suku pemeluk Islam. Suku ini tersebar mulai dari Nigeria sampai hampir seluruh Afrika Barat, dan mereka adalah pedagang yang tangguh serta penyebar agama Islam yang hebat.

Mereka meng-Islamkan suku-suku di Sierra Leone, khususnya di daerah bagian utara pada abad ke-17 dan 18. Menurut Prof. Alusine Jalloh, suku Fulani adalah pedagang yang sukses di Sierra Leone, dan mereka mempunyai hubungan yang sangat baik dengan pusat kekuasaan. Mereka juga berhasil meng-Islamkan suku terbesar di Sierra Leone, yaitu Mende dan Temne, sehingga Islam menjadi agama terbesar pertama (65%) di Sierra Leone. Suku Fulani inilah yang juga ikut memajukan pendidikan Islam di Sierra Leone, dan pada akhirnya menelorkan banyak intelektual Islam. Pada abad ke-18, mereka telah membentuk pusat intelektual Islam serta berhasil menguasai kepegawaian ketika Inggris menjajah Sierra Leone.

Salah seorang tokoh mereka, yaitu DR. Ahmad Tejan Kabbah, yang saat ini menjadi Presiden Sierra Leone, dikenal sebagai seorang muslim yang saleh. Pria kelahiran Pendemu, distrik Kailahun, Sierra Leone timur, tanggal 16 Pebruari 1932, mempunyai latar belakang keturunan berpendidikan Islam yang taat dan sangat baik. Beliau dikenal sebagai ahli ekonomi, ahli hukum dan administrator ulung, serta mempunyai pengalaman internasional yang hebat. Beliau terkenal sebagai administrator ulung dan berpuluhtahun aktif di United Nation of Development Programme (UNDP) dan Organization of African Unity (OAU). Beliau kembali ke tanah air pada tahun 1996, memimpiin sebuah partai politik, Sierra Leone Peoples Party (SLPP) dan akhirnya berhasil memenangkan pemilu presiden. Terpilihnya Ahmad Tejan Kabbah sebagai Presiden Sierra Leone, tentu membawa angin segar bagi komunitas Islam di sana, yang hampir empat dasawarsa dipimpin oleh orang-orang Kristen, yang notabene hanya mampunyai penganut sebanyak 10%.

Islam di Sierra Leone, telah dimuat di majalah Amanah No. 59 TH XVIII Pebruari 2005 / Dzulhijjah – Muharram 1425 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: