Islam Di Uganda

Uganda menyentak perhatian dunia ketika Idi Amin Dada berkuasa pada tahun 1971-1979. Idi Amin dicap sebagai diktator terkejam di Afrika, dan membunuh tidak kurang 300.000 orang yang dianggap musuh atau pembangkang. Dunia semakin gerah (baca: komunitas Barat), karena Idi Amin adalah seorang Muslim di tengah-tengah penduduk yang mayoritas beragama Kristen dan Katolik.

Uganda terletak di Afrika Timur, beriklim tropis, sedikit kering, berbatasan dengan banyak negara, antara lain: Sudan, Kenya, Rwanda, Burundi, Tanzania dan Democratic Republic of Congo. Negara ini mempunyai banyak tempat untuk bersafari dan mempunyai pemandangan yang indah seperti air terjun Bujagali (Bujagalii Falls).
Luas wilayah Uganda 236.040 km2, dengan penduduk berjumlah sekitar 25.632.794 orang, terbagi dalam 4 (empat) etnik besar, dan yang terbesar adalah suku Baganda atau Buganda, berasal dari ras Bantu. Angka pertumbuhan penduduk rata-rata 2,96% per-tahun, angka kelahiran 46,57 dan angka kematian 16,95 per-seribu. Jumlah penganut Katolik Roma 33%, Kristen Protestan 33%, Islam 16% dan Animisme 18%. Bahasa nasional mereka adalah bahasa Inggris, sedagkan bahasa lokal yang dipergunakan adalah Ganda atau Luganda, Swahili dan Arab.

Ekonomi
Uganda termasuk dalam kategori negara miskin di dunia. Perekonomian mereka sangat tergantung pada sektor pertanian, yang menyerap angkatan kerja sebanyak 82% (13% jasa dan 5% Iindustri). Pada tahun 1986 diadakan berbagai reformasi ekonomi, antara lain reformasi mata uang, meningkatkan produk-produk minyak, dan menaikkan gaji pegawai sipil. Angka pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,5%, dengan inflasi rata-rata 0,1%. Pendapatan per-kapita US $ 1.200,-. Produk-produk pertaniannya berkisar pad kopi, teh, kapas, tembakau, tapioca, sayuran, biri-biri, domba, susu dan bunga potong.

Tujuan ekspor utama adalah ke Belgia, Belanda, Jerman, Spanyol, Hongkong, Amerika Serikat, Inggris, Italia dan Portugal dengan nilai sebesar US $ 476 juta. Sedangkan import mereka senilai $ US 1,14 milyar berasal dari Kenya, Afrika Selatan, India dan Inggris. Komoditi yang diimport adalah alat berat, kendaraan, minyak, dan peralatan kedokteran. Indonesia sama sekali belum menjadi patner export maupun import Uganda. Mata uang Uganda adalah Ugandan Shilling ((UGX), US $ 1, = 1.797,55 UGX.

Sejarah Pemerintahan
Republic of Uganda memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 9 Oktober 1962, dengan ibukotanya KAMPALA.

Pada mulanya Uganda dikuasai oleh beberapa suku-suku besar yang berprofesi sebagai pemburu, dan yang terbesar adalah suku Baganda atau Buganda dan berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Kimera. Giovani Miani, seorang penjelajah dari Italia adalah orang Eropa pertama yang menemukan Uganda pada tahun 1860. Setelah itu, para misionaris berdatangan ke sana, sehingga pada tahun 1862 ditemukan situs Raja ke-30 dari Kerajaan Buganda yang ditengarai berkuasa pada abad ke-16. Pada abad ke-19, Uganda dikuasai oleh Inggris dan Mesir, ketika itu Uganda menjadi salah satu provinsi Mesir bernama Equatoria. Penguasaan Equatoria oleh Mesir berakhir pada pemerintahan Emin Pasha pada tahun 1889, dan beralih ke tangan Inggris pada tahun 1890.
Perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan dari Inggris dimulai pada tahun 1945-1949, yaitu ketika ada kerusuhan kaum proletar di Buganda. Pada tahun 1953, Raja Mutesa II, Kabaka, diasingkan ke Inggris, dan dikembalikan ke Uganda pada tahun 1955.

Akhirnya pada tanggal 9 Oktober 1962, Uganda memnperoleh kemerdekaan dari Inggris, dan Apollo Milton Obote terpilih sebagai Perdana Menteri pertama, sedangkan Kepala Negara dipegang oleh Kabaka Edward Mutesa II, Raja Buganda. Pada tahun 1966 terjadi pembunuhan berdarah di Istana, hingga akhirnya Milton Obote menghapuskan Kerajaan Buganda dan Kabaka Edward Mutesa II mengasingkan diri ke Inggris hingga wafat dalam kemelaratan tiga tahun kemudian.

Pada tanggal 25 Januari 1971, ketika Milton Obote menghadiri suatu konperensi di Singapore, Mayor Jendral Idi Amin mengambilalih kekuasaan. Pada pemerintahan Idi Amin inilah Uganda sangat terkenal di dunia, karena Idi Amin melakukan banyak pembunuhan (sangat kejam) kepada lawan-lawan politiknya, khususnya yang berasal dari Acholi dan Langi. Diperkirakan sebanyak 300.000 orang dibunuh pada masa pemerintahannya. Beliau berkuasa sampai dengan tahun 1979. Pada bulan April 1979, tentara pemberontak yang tidak menyukai kediktatoran Idi Amin, yang tergabung dalam Uganda National Liberation Army (UNLA) dibantu oleh tentara Tanzania memasuki Kampala dan mengusir Idi Amin. Yusuf Lule menggantikan kedudukan Idi Amin selama dua bulan, lalu digantikan oleh Godfrey Binaisa selama sebelas bulan, yang akhirnya dikudeta, dan kedudukannya digantikan oleh Paul Muwanga yang berkuasa selama empat bulan sampai dengan 20 September 1980 untuk mempersiapkan pemilihan umum. Milton Obote terpilih kembali menjadi Presiden Uganda pada tanggal 11 Desember 1980. Milton Obote melakukan kebiasaan lamanya, yaitu berlaku dictator.

Pada masa pemerintahan beliau, diperkirakan 100.000 orang dibunuh. Hal ini membuat Yoweri Kaguta Museveni (dilahirkan di Bahima, sebelah barat Uganda pada tahun 1944) bersama 26-30 anak muda lainnya mulai merancang pemberontakan dengan membentuk The National Resistance Army (NRA). Museveni memang cemerlang sejak muda. Ketika kuliah di University of Dar-es-Salaam Tanzania 1967-1980, terpilih sebagai Ketua USARF (Students African Revolutionary Front), yang anggotanya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa Kenya, Zambia, Malawi, Zimbabwe, Ethiopia, Sudan dan Uganda. NRA berhasil membuat kekacauan, sehingga akhirnya Milton Obote berhasil digulingkan, dan karena terjadi ketegangan konstitusi, parlemen akhirnya memutuskan Jendral Tito Okello menggantikan Milton Obote pada Juli 1985. Kedudukan Okello juga tak lebih baik, akhirnya dalam perjanjian yang diadakan di Kenya, Okello mengalah kepada Museveni, dan pada tanggal 29 Januari 1986, Museveni disumpah sebagai Presiden Uganda. Pada tanggal 12 Maret 2001, Museveni terpilih kembali sebagai Presiden Uganda sampai dengan tahun 2006.

Perkembangan Islam di Uganda
Islam ditengarai masuk ke Uganda pada abad ke-19, tepatnya pada tahun 1844 ketika Ahmed Ibrahim memasuki Uganda untuk melakukan perdagangan. Pada akhirnya beliau bertemu dengan Raja Mutesa I dari Kerajaan Baganda, Uganda Tengah. Raja Mutesa I sangat keras menjaga kedisiplinan Islam dalam wilayahnya. Beliau menguasai bahasa Arab sekaligus menguasai al-Qur’an. Cucu Raja Mutesa I, yaitu Prince Badru Kakungulu (Nuhu Mbogo) tercatat sebagai pionir pendirian Muslim Education Association (MEA), yang menelorkan banyak professor, doctor, master dan sarjana Muslim di Uganda.

Kebaradaan Islam di Uganda juga tak terlepas dari keberadaan Idi Amin (alm.) ketika beliau meemerintah Uganda tahun 1971-1979. Walaupun beliau dikenal sebagai dictator dan dibenci oleh Barat, namun pada sisi lain, kegigihan Idi Amin memajukan Islam di Uganda patut mendapat acungan jempol. Beliau adalah pendiri Uganda Muslim Supreme Council (UMSC) pada tahun 1974, dan berhasil mengundang Raja Faisal untuk meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nasional di Old Kampala. Ketika Idi Amin berkuasa itulah Islam kembali bersinar di Uganda, dan itu membanggakan para pengikut setianya. Idi Amin juga berhasil membawa Uganda menjadi anggota Organisasi Konperensi Islam (the Organization of Islami Conference). Idi Amin wafat di Jeddah pada hari Sabtu, 16 Agustus 2003, dan dimakankan di Mekkah. Saat ini, Islam dianut oleh kurang lebih 2,6 juta penduduk Uganda (15%).

Islam moderat yang saat ini sedang marak di seantero dunia, juga berkembang sangat baik di Uganda. Hl ini ditandai dengan ucapan Wakil Perdana Menteri Pertama Udanda, Jendral Moses Ali yang mengingatkan warga Islam Uganda agar tidak melawan pemerintah. Islam adalah agama yang penuh toleransi, cinta dan persaudaraan serta anti kekerasan. Bila warga Islam Uganda menginginkan kekuasaan, berjuanglah melalui partai politik yang telah diakui, hal ini sebagaimana dilakukan oleh seorang tokoh muslim Uganda Mohammaed Kibrige Mayanja. Jendal Moses Ali sama sekali tidak menginginkan warga Islam Uganda menjadi teroris, suatu stereotip yang dilekatkan pihak Barat pada warga Islam di mana saja.

Islam di Uganda, Telah dimuat dalam Majalah AMANAH No. 52, Th. XVII, Juli 2004 / Rajab 1425 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: